Produksi Pangan dari Hutan - investasi pohon

Blog investasi pohon - Blog yang menguraikan mengenai pohon/kayu dalam kerangka hutan rakyat dengan berbagai hal mulai dari investasi, produksi dan pemasaran serta kelembagaannya

Post Top Ad

Thursday, September 7, 2017

Produksi Pangan dari Hutan

Balai Penelitian Teknologi Agroforestry - Kementerian Kehutanan
Jl. Raya Ciamis-Banjar Km. 4 Pamalayan, Po. Box 5 Ciamis 46201.




Beragam jenis tanaman pangan telah dibudidayakan di hutan tanaman baik hutan produksi, hutan rakyat, hutan kemasyarakatan, hutan tanaman industri, hutan tanaman rakyat dan hutan desa. Tanaman pangan tersebut adalah (a) penghasil karbohidrat padi, jagung, singkong, sagu, kedelai, porang dan kacang tanah (b) tanaman penghasil buah-buahan dan biji-bijian (nangka, mangga, alpukat, manggis, melinjo, petai, dan jengkol) dan tanaman industri (kopi dan vanili) (Puspitojati et al. 2013). Kementerian Pertanian mengembangkan kedelai dibawah tegakan jati sehingga potensial untuk pengembangan agroforestri tanaman pangan. Pada areal kawasan hutan  terdapat lebih dari 77 jenis sumber pangan karbohidrat, 26 jenis kacang-kacangan, minyak dan lemak sebanyak 75 jenis, biji dan buah-buahan 389 jenis, sayuran 228 jenis, rempah-rempah dan bumbu-bumbuan 110 jenis, bahan minuman 40 jenis, serta tumbuhan obat 1260 jenis (Kuswiyati et al., 1999 dalam Anonim, 2009).
Realisasi produksi pangan dari hutan memberikan gambaran betapa potensialnya pengembangan agroforestri untuk menghasilkan pangan. Kawasan hutan rakyat, hutan kemasyarakatan, hutan desa, hutan tanaman rakyat, dan hutan tanaman diperkirakan mampu menyumbang bahan pangan sampai 4.085.700 ton/tahun dan telah terbukti sektor kehutanan selama 1998-2010 mampu memproduksi bahan pangan 9,4 juta ton/tahun hasil pengembangan tanaman pertanian di kawasan hutan seluas 16 juta hektar. Penanaman tumpang sari pada kegiatan rehabilitasi lahan, hutan tanaman, hutan rakyat dan hutan lainnya mencapai rata-rata 6.341 juta ha/tahun (Tim MKI, 2012 dalam Anonim, 2012a).
PHBM yang dilakukan oleh Perum Perhutani dengan agroforestri jati dan tanaman semusim telah berkontribusi dalam ketersediaan pangan dan pendapatan masyarakat. Pada tahun 2011, menghasilkan pangan gabah 856.802 ton, jagung 7 juta ton, kacang-kacangan 638.441 ton dan bahan pangan lain 5 juta ton (Anonim, 2012). Di KPH Bandung Selatan 3.713 ha hutan dikelola untuk agroforestri kopi bersama masyarakat (5.148 orang petani) untuk menghasilkan jasa lingkungan dan kopi arabika (Puspitojati et al. 2013). Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL/Gerhan) yang bersifat padat karya telah dilakukan bersama masyarakat dan menghasilkan berbagai tanaman pangan. Komoditas pangan yang dihasilkan antara lain biji-bijian (padi, jagung, kacang kedelai, kacang tanah), pangan (sukun, porang), buah (nanas, jeruk, pepaya), umbi-umbian (ketela pohon, ubi, garut, gayam), tanaman obat (jahe, kunyit, kunir, kapulaga) dan lain-lain (Anonim, 2012).

Post Top Ad

Your Ad Spot