PEMANENAN MADU DAN PROPOLIS TRIGONA (Trigona clypearis dan Trigona sapiens) - investasi pohon

Blog investasi pohon - Blog yang menguraikan mengenai pohon/kayu dalam kerangka hutan rakyat dengan berbagai hal mulai dari investasi, produksi dan pemasaran serta kelembagaannya

Post Top Ad

Thursday, November 17, 2016

PEMANENAN MADU DAN PROPOLIS TRIGONA (Trigona clypearis dan Trigona sapiens)

Oleh :
 Edi Kurniawan
Teknisi Litkayasa Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi HHBK
Jl. Dharma Bhakti no. 7 Langko-Lingsar, Lombok Barat – NTB Telp. (0370) 6573874, Fax. (0370) 6573841; Email : bpkmataram@yahoo.co.id
(MAKALAH INI TELAH DI TERBITKAN PADA PROSIDING LOKAKARYA NASIONAL TEKNISI LITKAYASA, BALAI LITBANG HHBK MATARAM) 


ABSTRAK
Trigona spp merupakan lebah tanpa sengat yang menghasilkan propolis selain madu dan bee bread (roti lebah). Pengenalan hasil produk perlebahan dan bagaimana budidaya Trigona spp kepada masyarakat sangat penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat karena secara tidak sadar keberadaan lebah ini banyak disekitar mereka. Untuk meningkatkan kualitas madu dan propolis dibutuhkan Teknik pemanenan  yang baik dan benar, dengan menggunakan alat sesuai standar makanan (food gread) dan higienis pembudidaya diharapkan mampu menghasilkan madu dan propolis yang berkualitas dan memenuhi kriteria kualitas pembeli. pemanenan dengan ditiris lebih baik dibanding dengan diperas karena menghasilkan madu yang bersih bening dan  pembersihan propolis mentah lebih mudah.  

Kata Kunci: Trigona, madu, propolis, pemanenan


I. PENDAHULUAN
Trigona spp merupakan lebah tanpa sengat yang menghasilkan propolis selain madu dan bee bread. flavonoid yang terkandung dalam propolis bermanfaat untuk manusia dimana Flavonoid adalah zat antioksidan yang mempunyai fungsi memperlancar peredaran darah, menyembuhkan penyakit, dan menambah daya tahan tubuh.  Madu dan propolis sudah banyak dikenal dikalangan masyarakat sebagai obat untuk segala macam penyakit sehingga kebutuhan masyarakat akan madu meningkat. Untuk itu diperlukan langkah - langkah budidaya trigona sebagai penghasil propolis.
Trigona, ada beragam jenis di dunia dan penyebaran di Indonesia sangat beraneka ragam, di Sumatra ada sekitar 31 jenis, Kalimantan ada 40 jenis, Jawa 14 jenis, dan Sulawesi ada 3 jenis (Guntoro, 2013). Beberapa jenis diantaranya adalah T. Minangkabau dan T. fimbriata (Sumatra), T. apicalis dan T. incisa (Kalimantan), T. terminata dan T. Incisa (Sulawesi), T. laeviceps dan T. moorei (Jawa), sedangkan di Nusa Tenggara Barat teridentifikasi 2 jenis yaitu Trigona clypearis dan Trigona sapiens (Wahyuni, & Septiantina, 2012).
Budidaya lebah Trigona spp menghasilkan 3 produk yaitu Madu, bee bread (roti lebah) dan Propolis mentah (raw propolis) yang pada umumnya  belum banyak diketahui masyarakat, pengetahuan tentang lebah dimasyarakat sangat minim tentang produk perlebahan yang dikenal hanyalah madu dihasil dari lebah. Pengenalan produk perlebahan dan bagaimana budidaya Trigona kepada masyarakat sangat penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat karena Secara tidak sadar keberadaan lebah trigona ini banyak disekitar mereka.
Untuk meningkatkan kualitas madu dan propolis mentah dibutuhkan Teknik pemanenan madu dan propolis yang baik dan benar, dengan menggunakan alat sesuai standar makanan (food gread) dan higienis pembudidaya mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memenuhi kriteria kualitas pembeli.
Proses ekrtasi madu Trigona sp pada umumnya dilakuakan dengan 3 cara yaitu diperas, ditiris dan disedot dengan alat vacum khusus akan tetapi untuk di Lombok dilakukan dengan dua cara yaitu diperas dan ditiris.

II. METODOLOGI
Data diambil dengan 2 (dua) metode. Metode awal yaitu pengambilan data dari lapangan yang berupa hasil observasi lapangan dan wawancara dengan para pembudidaya. Metode selanjutnya adalah studi pustaka, agar data lebih optimal dan mempunyai dasar yang jelas. Olahan data disajikan dalam bentuk narasi deskriptif.

III. HASIL DAN  PEMBAHASAN
Pemanenan produk perlebahan Trigona spp ini meliputi 3 jenis produk perlebahan. Namun untuk di Lombok, pemanenan produk trigona masih terbatas pada pemanenan madu dan  propolis mentah sedangkan  bee bread belum dilakukan karena belum ada pasar yang mampu menerima bee bread.
Pemanenan hasil produk perlebahan sangat menentukan untuk menghasilkan madu dan propolis berkualitas agar produk perlebahan laku dipasaran untuk memenuhi kriteria kualitas pembeli. Pemanenan madu dan propolis lebah trigona cukup mudah, namun tetap harus mempertahankan kehiginiesannya. Agar pemanenan madu trigona tetap higienis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan   yaitu :
1. Pemanenan madu yang baik harus menggunakan alat dari bahan yang sesuai standar makanan (food grade) dengan tujuan madu yang dihasilkan  tidak tercampur oleh bahan  berbahaya yang terkandung dalam alat maupun wadah penyimpanan sebagaimana disebutkan sesuai dengan standar  SNI 01-3545-2013 dimana alat sbb:
a. Pisau Stenless steel
b. Ember sesuai standar makanan (food grade)
c. Saringan plastik standar makanan (food grade)/ Stailess stel 100 mesh
d. Keranjang plastik standar Makanan (food grade)
2. Usahakan dalam proses pemanenan madu jangan biarkan dalam keadaan terbuka untuk meminimalisasi banyaknya air yang terserap, karena madu mempunyai sifat mudah menyerap air (higroskopis). Usahakan wadah penyimpanan madu tertutup rapat. Untuk memenuhi standar SNI 01-3545-2013  kadar air madu maximal sebesar 22%
3. Sebelum melakukan pemanenan harus memperhatikan ratu lebah pastikan tidak terdapat pada kantung madu atau bee bread  karena dihawatirkan ratu lebah ikut pada kantung madu yang dipanen dapat menggangu perkembangbiakan koloni.
4. Wadah penyimpanan disiapkan terpisah antara kantung madu dan bee bread (roti lebah) karena apabila tercampur mempengaruhi kualitas madu.
5. Pemanenan produk Trigona dilakukan hanya dengan memotong kantung madu atau kantung bee bread (roti lebah) sedangkan telur jangan di ganggu. 
6. Penyimpanan propolis mentah harus dilemari es suhu rendah (prezer) karena penyimpanan propolis mentah sembarangan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur sehingga tidak laku dipasaran

Proses ektraksi madu pada sarang umumnya dilakukan tiga cara yaitu diperas dan Tiris dan ektraktor, cara ini biasa digunakan untuk lebah jenis Apis cerana, Apis dorsata dan Apis melifera,  Sedangkan untuk Trigona spp proses ektraksi madu dari sarang/ kantung madu yaitu diperas, ditiris dan disedot dengan alat vacuum. Proses ektraksi madu di pulau Lombok masih sederhana yaitu dengan cara di peras dan ditiriskan dengan proses sebagai berikut :
1. Ektraksi dengan diperas
Peralatan : Sarung tangan, Ember (wadah),  Saringan Stainles, Saringan kasa(saringan halus), pisau dan sendok.
Ektrasi dengan diperas dapat dilakukan dengan mengumpulkan seluruh kantung kemudian dilakukan pembersihan lebah yang masih pada kantung madu kemudian dilakukan pemerasan dengan menggunakan tangan sampai madu keluar dari kantung madu. Setelah selasi propolis mentah dibersihkan kembali kemudian diproses menjadi propolis mentah siap jual.
Kelebihan dan Kekurangan: dengan menggunakan teknik peras dapat dilakukan dengan waktu yang relatif lebih cepat dan mudah untuk dilakukan  akan tetapi dengan menggunakan teknik peras apa bila pembersihan tidak maksimal madu dan propolis yang dihasilkan agak kotor karena roti lebah (bee bread) dan lebah pekerja ikut terperas bersama propolis mentah sehingga kesulitan membersihkan propolis mentah.
2. Ektraksi dengan ditiris
Peralatan : Dandang Tiris, sarung  tangan, Saringan Kasa, pisau, sendok dan garpu.
Pemanenan dengan cara ditiris dilakukan dengan mengumpulkan kantung madu pada stup kemudian kotoran dan lebah yang ikut masuk dibersihkan kemudian kantung dibuka dengan di iris atau disobek sobek dengan garpu kemudian  dibiarkan madu menetes sendiri . Setelah selasi propolis mentah dibersihkan kembali kemudian diproses menjadi propolis mentah siap jual. 
Kelebihan dan Kekurangan : dengan teknik tiris  madu yang dihasilkan bersih, jernih dan propolis mudah dibersihkan akan tetapi memakan waktu lebih lama untuk meniriskan.
Proplis mentah Trigona spp untuk di Pulau Lombok sudah diminati pengusaha dengan standar harga Rp. 150.000,- s/d Rp.250.000,- tergantung dari kualitas yang di hasilkan dan cara pengolahan, semakin baik cara pengolahan maka harga semakin tinggi. Adapun cara pengolahan propolis mentah siap jual yang disarankan dengan teknik biasa (Mahani, 2015) sebagai berikut:
Peralatan:
1. Cetakan kayu; 2. Pengepres kayu; 3. Alat pembersih sisa propolis; 4. Plastik bening; 5. Gunting; 6. Minyak goreng

Cara Penangananan :
1. Siapkan cetakan kayu, lalu tempatkan plastic diatasnya, masukkan propolis diatas palstik lalu tekan menggunakan kayu hingga berbentuk sesuai cetakan. Tutupkan plastic hingga menyelimuti seluruh permukaan propolis. Pastikan tiap lempeng propolis memiliki bobot 1 kg.
2. Supaya tidak lengket, tangan, cetakan kayu dan kayu pengepres diolesi minyak goreng baru secukupnya.
3. Agar mutu propolis bertahan lama, masukan lempeng propolis ke dalam lemari es.

IV. KESIMPULAN
- Pemenenan madu harus menggunakan alat sesuai standar makanan (food gread) dengan tujuan terhindar dari bahan berbahaya
- Pemenan dengan ditiris lebih baik karena hasil madu lebih jernih dan memudahkan  pembersihan propolis
- Pengolahan propolis mentah  yang baik sesuai kriteria kualiatas pembeli dapat meningkatkan harga jual.

DAFTAR PUSTAKA

Guntoro, Y.P. 2013. Aktivitas Dan Produktivitas Lebah Trigona Laeviceps Di Kebun Polikultur Dan Monokultur Pala (Myristica Fragrans). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Mahani, 2015. Teknik Pemanenan Propolis Lebah Trigona sp. Materi Pelatihan Pemanenan Produk Lebah Trigona sp.

Suadi,  2014. Komunikasi Pribadi

Wahyuni, N; Septiantina, D.R. 2012. Teknik Produksi Propolis Lebah Madu Trigona sp Di  NTB. Laporan Hasil Penelitian. Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu. Mataram. Tidak Dipublikasikan

Post Top Ad

Your Ad Spot