KARBON DALAM BIOMASSA POHON DI HUTAN KOTA TAMAN MALUKU, BANDUNG - investasi pohon

Blog investasi pohon - Blog yang menguraikan mengenai pohon/kayu dalam kerangka hutan rakyat dengan berbagai hal mulai dari investasi, produksi dan pemasaran serta kelembagaannya

Post Top Ad

Wednesday, May 25, 2016

KARBON DALAM BIOMASSA POHON DI HUTAN KOTA TAMAN MALUKU, BANDUNG

Oleh :
Yonky Indrajaya dan Soleh  Mulyana
Balai Penelitian Teknologi Agroforestry
Jl. Raya Ciamis-Banjar km 4, Ciamis 46201, email: yonky_indrajaya@yahoo.com


RINGKASAN

Keberadaan hutan kota di wilayah perkotaan selain dapat berfungsi estetika juga dapat mengurangi jumlah karbon dioksia (CO2) di udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah karbon tersimpan dalam biomassa pohon di hutan kota Taman Maluku, Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus terhadap pohon yang ada di lokasi penelitian (2,4 ha). Perhitungan berat biomassa di atas dan bawah permukaan tanah menggunakan persamaan allometrik yang ada (yaitu Chave dan Cairns). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Jumlah karbon tersimpan dalam biomassa di atas permukaan tanah dan akar di hutan kota Taman Maluku berturut-turut adalah sebanyak 75 dan 9 ton/ha, dan (2) Jenis mahoni dan angsana berkontribusi terbesar dalam penyerapan karbon di Taman Maluku, yaitu berturut-turut sebesar 16,7 dan 15,8 ton/ha.

Kata kunci: Karbon, biomassa, Taman Maluku, Bandung
                                                

                                                                                                                                                        I.          PENDAHULUAN
Keberadaan hutan kota di wilayah perkotaan selain dapat berfungsi estetika juga dapat mengurangi jumlah karbon dioksia (CO2) di udara yang secara umum termasuk dalam salah satu kegiatan mitigasi perubahan iklim. Pemilihan jenis vegetasi yang tepat yang selain berorientasi pada keindahan kota dan juga pengikat karbon di udara menjadi penting untuk dilakukan oleh pengelola hutan kota. Informasi tentang jumlah karbon yang dapat diserap oleh jenis-jenis pohon penyusun hutan kota menjadi penting untuk diketahui oleh para perencana kota terkait dengan kontribusinya dalam mitigasi perubahan iklim agar dapat merencanakan pembangunan yang rendah emisi.
Konijnendijk et al. (2006) mendefinisikan hutan kota sebagai kumpulan pohon yang berasosiasi dengan vegetasi lainnya di dalam atau di sekitar pemukiman manusia. Secara alami, vegetasi pohon akan menyerap karbon di udara melalui proses fotosintesis. Penelitian tentang kontribusi hutan kota dalam penyerapan karbon telah dilakukan di berbagai belahan dunia, antara lain di Amerika Serikat (Rowntree and Nowak, 1991; Nowak, 1994; Nowak and Crane, 2002; Churkina et al., 2010; Hutyra et al., 2011; Nowak et al., 2013; Schmitt-Harsh et al., 2013), Brazil (Timilsina et al., 2014), Jerman (Strohbach and Haase, 2012), Inggris (Davies et al., 2011), Korea (Jo, 2002; Lee et al., 2014), Cina (Zhao et al., 2010; Liu and Li, 2012), Italy (Russo et al., 2014; Zhang et al., 2015), Australia (Brack, 2002), India (Dwivedi et al., 2009)dan Indonesia (Samsoedin and Wibowo, 2012).
Taman Maluku, berdasarkan Perda No 25 tahun 2009, merupakan salah satu hutan kota yang berada di Kota Bandung dengan luas 2,4 ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi vegetasi pohon di Taman Maluku, Kota Bandung dalam menyerap Gas Rumah Kaca (GRK) khususnya CO2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan hutan kota di Kota Bandung khususnya dalam konteks pembangunan rendah emisi.

                                                                                                                                             II.          METODE PENELITIAN

A.     Kondisi Umum Lokasi Penelitian
P8050069.JPGP8050062.JPGPenelitian ini dilakukan di hutan kota Taman Maluku, Kota Bandung, yaitu pada koordinat S= 060 54'33"  dan E= 1070 36'52". Ketinggian tempat lokasi penelitian adalah 731 mdpl. Taman Maluku merupakan lokasi hutan kota milik Pemerintah Daerah Kota Bandung. Keberadaannya sering dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat siang para karyawan. Penelitian dilakukan pada Bulan Juli 2011. Lokasi penelitian disajikan pada Gambar 1.

                                                                                           





Gambar 1. Lokasi hutan kota di Taman Maluku

B.   Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang meliputi identifikasi jenis dan dimensi pohon, dilakukan dengan metode sensus pohon pada luasan 2,4 ha. Kriteria tingkat pohon adalah diameter setinggi dada (yaitu 1,3 m) lebih dari 10 cm (Kartawinata et al., 1976). Pengukuran dimensi pohon meliputi diameter setinggi dada dan tinggi pohon.

C.   Analisis Data
Analisis data dilakukan dalam perhitungan potensi penyerapan GRK dengan menggunakan persamaan berikut:
·      Karbon tersimpan dalam biomassa di atas permukaan tanah
Perhitungan karbon tersimpan di atas permukaan tanah menggunakan persamaan allometrik yang dibuat oleh Chave et al. (2005), yaitu:
           (1)
Dimana  merupakan berat biomassa di atas permukaan tanah (dalam kg/pohon),  merupakan berat jenis pohon, dan  adalah diameter setinggi dada (dalam cm). Berat jenis pohon diperoleh dari Zanne et al. (2009). Fraksikarbon dalam biomassa  adalah sebesar 0,47 (IPCC, 2006). Untuk mengetahui jumlah karbon tersimpan per ha, maka jumlah total karbon tersimpan dibagi dengan luas plot penelitian (yaitu 2,4 ha).
·      Karbon tersimpan dalam biomassa di bawah permukaan tanah
Karbon tersimpan di bawah permukaan tanah (akar) diestimasi menggunakan persamaan yang dibuat oleh Cairns et al. (1997), yaitu:
                                                       (2)
Dimana  merupakan berat biomassa akar (dalam kg/pohon).
·      Jumlah karbon dioksida yang terserap dalam biomassa pohon dihitung dengan mengalikan jumlah karbon tersimpan dalam biomassa dengan rasio berat molekul karbon dioksida dan unsur karbon, yaitu 44/12.

                                                                                                                                  III.          HASIL DAN PEMBAHASAN

A.   Komposisi dan Potensi Vegetasi
Berdasarkan hasil inventariasi dan identifikasi, ditemukan 30 jenis pohon yang termasuk dalam 20 family di hutan kota Taman Maluku seperti disajikan dalam Tabel 1.


Tabel 1. Jenis, jumlah, tinggi dan diameter pohon yang diamati di Taman Maluku
No
Nama lokal
Nama botani
Family
Popu
lasi
Rata-
rata diameter
(cm)
Rata-
rata tinggi
(meter)
1
Agathis
Agathis alba Foxw.
Araucariaceae
5
61,0
25,4
2
Angsana
Pterocarpusindicus Willd
Papilionaceae
5
97,8
26,0
3
Anyang-anyang
Elaocarpusgrandiflorus
Elaocarpaceae
2
57,5
22,0
4
Beringin
FicusbenyaminaL.
Moraceae
4
35,5
15,0
5
Beringin Kerbau
FicuselasticaRoxb
Moraceae
1
10,0
8,0
6
Bungur
LagertromiaspeciosaPers.
Lythraceae
1
45,0
15,0
7
Cemara Gunung
Casuariajunghuhniana Miq.
Casuarinaceae
12
35,8
22,6
8
Cemara Laut
CasuarinaequaistifoliaL
Casuarinaceae
3
35,3
17,0
9
Dadap Hias
Erythrinacristagalli
Papilionaceae
6
21,3
7,0
10
Flamboyan
Delonixregia Raff
Caesalpinaceae
2
32,5
12,5
11
Gelodogan
Polyalthialongifolia
Anonaceae
6
16,5
11,3
12
Huru Minyak
Litsearesinosa Bl.
Lauraceae
7
27,9
8,7
13
Jamuju
PodocarpusimbricataBl.
Taxaceae
1
130,0
16,0
14
Jati Belanda
Spathodeacampanulata P.B.
Bignoniaceae
27
41,6
16,7
15
Kecapi
Sandoricumkoetjape S.
Meliaceae
2
38,5
10,0
16
Kenari
Canarium  commune LINN.
Burseraceae
4
91,3
15,3
17
Ketapang
Terminaliacatapa L.
Combretaceae
1
15,0
12,0
18
Ki Payung
Filliciumdecipiens Thw.
Meliaceae
4
30,3
16,3
19
Kupa
SyzigiumpolycephalaMiq.
Myrtaceae
1
10,0
5,0
20
Leda / Ampupu
Eucalyptus alba
Myrtaceae
2
41,5
19,5
21
Mahoni
SwieteniamacrophylaKing
Meliaceae
13
47,5
17,4
22
Mahoni Afrika
Khayaanthotheca
Meliaceae
4
25,3
12,3
23
Mangga
Mangiferaindica L.
Anacardiaceae
3
29,7
12,3
24
Manglid
Manglietaglauca BL.
Magnoliaceae
1
35,0
7,0
25
Nangka
Arthocarpusintegra Merr.
Moraceae
8
22,5
11,6
26
Pinus
PinusmerkusiiJung & De Vr.
Pinaceae
5
31,6
24,6
27
Salam
Eugenia operculata
Myrtaceae
10
20,2
12,4
28
Samolo
Diospyros discolor Wild.
Ebenaceae
4
33,3
7,0
29
SawoKecik
Manilkarakauki Dub.
Sapotaceae
2
35,5
8,5
30
Tanjung
Mimusopselengi L.
Sapotaceae
12
43,8
19,6
Sumber: Datar primer, 2011

Tabel 1 menunjukkan bahwa kerapatan jenis pohon didominasi oleh jati belanda (Spathodeacampanulata), mahoni (Swieteniamacrophyla King), cemara gunung (Casuarinajunghuhniana Miq.), tanjung (Mimusopselengi), dansalam (Eugenia operculata). Diameter dan tinggi rata-rata terbesar di Taman Maluku adalah jenis angsana (Pterocarpusindicus Thw.) yaitu berdiameter rata-rata hingga 97 cm dan tinggi 26 meter. Pohon terbesar adalah pohon jamuju (Podocarpusimbricata Bl.) yaitu memiliki diameter 130 cm dan tinggi 16 meter. Jumlah total pohon yang ada di lokasi penelitian adalah 961 pohon.

B.     Karbon Tersimpan Dalam Biomassa Pohon
Hasil perhitungan karbon tersimpan dalam biomassa tersebut disajikan dalam Tabel 2. Total karbon tersimpan dalam biomassa di atas permukaan tanah Taman Maluku adalah sebesar 85 ton/ha atau setara dengan 311 ton CO2, relative kecil jika dibandingkan dengan karbon tersimpan dalam biomassa di atas permukaan tanah di hutan alam (Rahayu et al., 2006; Samsoedin et al., 2009; Indrajaya, 2013), namun hamper sama dengan di hutan tanaman monokultur (Indrajaya, 2015b, a).





Tabel 2. Karbon tersimpan dalam biomassa di atas permukaan tanah dan dalam akar di Taman Maluku
No
Nama Lokal
Berat
Jenis
Biomassa
Di atas
Permukaan
Tanah
(kg)
Biomassa
Akar
(kg)
Karbon biomassa
di atas permukaan tanah
(ton /ha)
Karbon
Biomassa
Akar
(ton /ha)
Karbon total
(ton /ha)
CO2
(ton /ha)
1
Agathis
0,38
19.912
2.505
3,90
0,49
4,39
16,10
2
Angsana
0,54
72.861
7.964
14,27
1,56
15,83
58,04
3
Anyang-anyang
0,77
9.599
1.241
1,88
0,24
2,12
7,78
4
Beringin
0,46
3.677
570
0,72
0,11
0,83
3,05
5
Beringin Kerbau
0,46
31
7
0,01
0,00
0,01
0,03
6
Bungur
0,55
1.863
269
0,36
0,05
0,42
1,53
7
Cemara Gunung
0,90
22.301
3.174
4,37
0,62
4,99
18,29
8
Cemara Laut
0,82
5.267
746
1,03
0,15
1,18
4,32
9
Dadap Hias
0,27
887
169
0,17
0,03
0,21
0,76
10
Flamboyan
0,58
1.894
291
0,37
0,06
0,43
1,57
11
Gelodogan
0,54
919
174
0,18
0,03
0,21
0,78
12
Huru Minyak
0,33
3.879
594
0,76
0,12
0,88
3,21
13
Jamuju
0,36
14.751
1.674
2,89
0,33
3,22
11,79
14
Jati Belanda
0,31
44.021
5.808
8,62
1,14
9,76
35,78
15
Kecapi
0,43
1.971
306
0,39
0,06
0,45
1,64
16
Kenari
0,31
32.142
3.645
6,29
0,71
7,01
25,70
17
Ketapang
0,46
90
19
0,02
0,00
0,02
0,08
18
Ki Payung
0,96
4.819
730
0,94
0,14
1,09
3,98
19
Kupa
0,56
37
8
0,01
0,00
0,01
0,03
20
Leda / Ampupu
0,49
4.004
543
0,78
0,11
0,89
3,26
21
Mahoni
0,85
76.414
8.906
14,96
1,74
16,71
61,26
22
Mahoni Afrika
0,49
3.193
458
0,63
0,09
0,71
2,62
23
Mangga
0,54
2.615
398
0,51
0,08
0,59
2,16
24
Manglid
0,45
807
128
0,16
0,03
0,18
0,67
25
Nangka
0,56
3.128
527
0,61
0,10
0,72
2,62
26
Pinus
0,53
4.009
628
0,79
0,12
0,91
3,33
27
Salam
0,57
2.650
474
0,52
0,09
0,61
2,24
28
Samolo
0,88
5.558
830
1,09
0,16
1,25
4,59
29
Sawo Kecik
0,83
3.594
509
0,70
0,10
0,80
2,95
30
Tanjung
0,81
37.749
4.956
7,39
0,97
8,36
30,66
TOTAL
384.641
48.251
75,33
9,45
84,77
310,84
Sumber: Data primer, 2011
           
Kontribusi tiap jenis penyusun vegetasi di Taman Maluku dalam penyerapan karbon disajikan dalam Tabel 2. Rendahnya populasi pohon di Taman Maluku (yaitu kurang lebih 66 pohon/ha) menyebabkan relative rendahnya jumlah karbon tersimpan dalam biomassa pohon yang ada. Jenis mahoni (Swieteniamacrophylla) dan angsana (Pterocarpusindicus Thw.) berkontribusi paling tinggi dalam penyerapan karbonya itu berturut-turut sebanyak 16,7 dan 15,8 ton/ha. Sementara itu, jenis lain dengan populasi rendah dan diameter kecil berkontribusi cukup rendah dalam penyerapan karbon di Taman Maluku seperti misalnya beringin kerbau, kupa, ketapang dadap hias, gelodogan  dan manglid yang memiliki cadangan karbon kurang dari 0.4 ton/ha.

                                                                                                                                                       IV.          KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah karbon tersimpan dalam biomassa di atas permukaan tanah dan akar pada hutan kota TamanMaluku, Kota Bandung berturut-turut adalah sebesar 75 dan 9 ton/ha atau setara dengan 311 ton CO2/ha. Jenis mahoni dan angsana berkontribusi terbesar dalam penyerapan karbon di TamanMaluku, yaitu berturut-turut sebesar 16,7 dan 15,8 ton/ha.

DAFTAR PUSTAKA





Davies, Z.G., Edmondson, J.L., Heinemeyer, A., Leake, J.R., Gaston, K.J., 2011. Mapping an urban ecosystem service: quantifying aboveground carbon storage at a citywide scale. Journal of Applied Ecology 48, 1125-1134.



























Post Top Ad

Your Ad Spot